Pages

MENU

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Bedah Firman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Firman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2018

KAYU POHON ARAS DI LIBANON


 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ-Hagai 1 : 8

Kayu apakah sebenarnya yang Tuhan bicarakan? Tentu saja kayu sebagai bahan bangunan dari Rumah yang akan dibangun.

Pada zaman Raja Salomo, Bait Suci dibangun sesuai dengan petunjuk Tuhan. Pada Bait Suci Salomo, ada empat jenis pohon yang dipakai yaitu: Aras, Sanobar, Zaitun, Cendana.

1 Raj 6:9: “Setelah ia selesai mendirikan rumah itu, dibuatnyalah langit-langit , rumah itu dari bingkai dan pemapan  dari kayu aras.”
1 Raj 6:15: “ia melapisi dinding rumah itu dari dalam dengan papan kayu aras; dari lantai sampai ke balok langit-langit dilapisinya dengan kayu aras, tetapi lantai rumah itu dilapisinya dengan papan kayu sanobar.”

Bait Suci Salomo memakai  bahan utama  kayu dari pohon aras dan sanobar. Kayu dari pohon zaitun dipakai kebanyakan untuk hal kudus dan ruang kudus. Contohnya, kerub di dalam ruang maha kudus itu dibuat dari bahan kayu zaitun. Kayu cendana dipakai untuk meja dan tangga. Sebagian besar dari lantai menggunakan kayu aras dan sanobar.




Pohon yang paling berharga dan megah yang disebutkan dalam Alkitab adalah "pohon aras di Libanon." Kata Ibrani untuk pohon ini adalah erez. Tinggi pohon ini bisa mencapai 21 sampai 24 m dengan dahan-dahan panjang yang menjulur ke samping. Dahan-dahan dari satu pohon aras panjangnya 33,8 m dari ujung ke ujung. Keliling batang beberapa pohon aras adalah 9 sampai 12 m. Pohon-pohon yang sangat besar ini terus tumbuh selama ratusan tahun. Pohon ini melambangkan kekuatan dan daya tahan, serta terkenal karena ketabahannya.


Dalam Mazmur 92:12 dinyatakan, “Orang benar akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon”, mungkin akan timbul pertanyaan di benak kita mengapa disebut Tuhan bahwa orang benar akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.

Pohon aras menghasilkan buah yang panjangnya 20 cm dan memerlukan tiga tahun untuk menjadi matang. Kayunya merah dan bebas dari mata kayu. Getah yang wangi menetes dari batang dan buahnya (Mzm. 104:16; Kid. 4:11). Kayunya yang pahit menolak Serangga dan melawan kebusukan.

Dewasa ini pohon aras tumbuh di Libanon; tetapi kurang dari selusin pohon yang masih tumbuh di hutan-hutan yang disebut di Alkitab, dekat pesisir Libanon yang berbatasan dengan Laut Tengah. Batang semua pohon ini mempunyai garis tengah lebih dari 3 m.

Pohon aras adalah jenis pohon yang biasanya tumbuh di puncak gunung yang sangat dingin. Meskipun sangat dingin, namun pohon ini dapat bertahan hidup. Seolah-olah temperatur dingin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhannya.

Saat ini hanya tersisa satu rumpun kecil di utara Beirut, Libanon. Oleh karena itu pemerintah Libanon telah menetapkan pohon ini sebagai salah satu tanaman yang dilindungi.

Menjadi orang benar akan membuat hidup kita dilindungi Tuhan, sabar dan tahan uji, selalu bertumbuh serta melawan godaan berbuat salah. ***

ANAK YANG TAHU BERTERIMA KASIH


Dalam Lukas 17:11-19 , saat perjalanan menuju Yerusalem, di perbatasan antara Samaria dan Galilea, Tuhan Yesus menemukan orang-orang kusta yang mungkin berasal dari desa yang dilaluinya.
Beberapa hal menarik yangdapat kita pelajari dari kisah  tersebut di anataranya sebagai berikut.

Kesepuluh penderita kusta itu sadar akan diri mereka yang tidak bersih, sehingga mereka tidak berani mendekat kepada Tuhan Yesus. Hal ini sesuai aturan hukum Taurat yang mengharuskan penderita kusta menjaga jarak dari orang lain ( Im. 13:46). Mereka bersama berseru, memohon dengan sangat, kepada Tuhan Yesus untuk mengasihani mereka, tidak secara spesifik meminta kesembuhan.
Tuhan Yesus menyuruh mereka pergi kepada imam dan tanpa membantah, dengan percaya mereka pergi walaupun saat itu mereka belum sembuh. Kepercayaan mereka terjawab ketika kesembuhan itu terjadi dalam perjalanan menuju imam.

Bagian yang sangat menarik dari cerita ini adalah ketika hanya 1 orang, yang adalah orang Samaria, yang kembali untuk berterima kasih kepada Tuhan Yesus, setelah tahu dirinya sembuh.




Dimanakah kesembilan orang kusta  yang lainnya?

 Tuhan Yesus kemudian mempertanyakan kesembilan orang lain yang sudah disembuhkan itu. Tentu Tuhan Yesus tidak butuh balasan atas apa yang telah diberikanNya. Namun pertanyaan Tuhan Yesus itu menggambarkan betapa sangat sedikit orang yang benar-benar bisa megingat Tuhan disaat senang/bahagia?

Mengingat Tuhan disaat susah atau menghadapi masalah kemudian melupakanNya disaat senang atau terlepas dari masalah itu nampaknya sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan kita.

Mengingat Tuhan adalah karakter seorang yang mengasihi Tuhan. Mengingat Tuhan artinya mengetahui bahwa Tuhan ada dan bekerja dalam hidup kita. Mengingat Tuhan akan senantiasa membuat kita bersyukur dan tanpa diingatkan mampu mengucapkan terima kasih.

Adik-adik ingat apa yang biasa kita lakukan saat memulai apapun juga?  Kita berdoa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Mengapa kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan?
Sebab itulah yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita. Menjadi anakNya yang tahu berterima kasih. ***

Kamis, 27 Desember 2018

MILIK PUSAKA SUKU ZEBULON







Suku Zebulon mendapatkan milik pusaka sebuah distrik terjepit di Galilea Bawah yang mencakup Nazaret di zaman Perjanjian Baru. Hikmat ilahi telah menempatkan suku-suku keturunan Lea, yaitu Zebulon dan Isakhar, di bagian utara suku-suku keturunan Rahel di dalam rangka merekatkan persekutuan bangsa itu.

Yehuda, Isakhar dan Zebulon berkemah secara bersandingan di padang gurun (Bil. 2:3-7; 10:14-16). Ikatan-ikatan ini bertahan selama berabad-abad.

Maria dan Yusuf, misalnya, yang keduanya berasal dari suku Yehuda, tinggal menetap di wilayah Zebulon. Kemudian, kota suku Zebulon, yaitu Betlehem (19:15) memperoleh nama itu dari seorang keturunan suku Yehuda.
Menjelang kematiannya, Israel mengatakan sehubungan dengan milik pusaka suku Zebulon, ”Zebulon akan berdiam di tepi laut, dan ia akan berada di tepi pantai tempat kapal-kapal membuang jangkar; dan batasnya yang terjauh akan menghadap Sidon.” (Kej 49:13) .

Karena Sidon ada di sebelah utara Israel dan karena daerah Zebulon akan menghadap Sidon, daerah Zebulon akan berada di bagian utara. Meskipun tidak secara langsung berbatasan dengan laut, wilayah yang ditetapkan bagi Zebulon terletak di antara Laut Galilea di sebelah timur dan Laut Tengah di sebelah barat, sehingga orang Zebulon dapat dengan mudah mencapai kedua laut itu. Jadi, mereka dapat dengan mudah melakukan perdagangan, yang mungkin secara tidak langsung disebutkan dalam berkat Musa, ”Bersukacitalah, hai, Zebulon, dalam perjalanan-perjalananmu.”




Tanah Zebulon subur (1 Tawarikh 12:40), dan suku itu mempunyai reputasi tinggi di Israel karena kepatriotannya dan ibadahnya (Hakim 5:14, 18; 6:35; 1 Tawarikh 12:33). Pada zaman Hizkia beberapa orang dari mereka ke Yerusalem untuk merayakan Paskah (2 Tawarikh 30:11).
Dari suku Zebulon muncul banyak pejuang yang berani. Kaum Zebulon menyambut panggilan Barak untuk bertempur melawan pasukan yang ada di bawah komando Sisera. (Hak 4:6, 10) Orang Zebulon juga datang menyambut panggilan Hakim Gideon yang memerlukan pejuang. (Hak 6:34, 35) Di antara para pendukung Daud, terdapat 50.000 orang Zebulon yang adalah pria-pria loyal yang tidak ”mendua hati”. (1Taw 12:33, 38-40) Selama pemerintahan Daud, orang Zebulon tampaknya memegang peranan penting dalam penaklukan musuh-musuh Israel.

Zebulon adalah suku yang militan dan pandai berperang. Suku ini diurapi Tuhan sebagai pembawa terobosan, mahir menggunakan semua senjata perang, stabil serta dapat dipercaya. Urapan inilah yang menjadi milik pusaka suku Zebulon. Membuat kehidupan mereka senantiasa mengalami keuntungan karena keahlian mereka, kepandaian berdagang, serta sifat mereka yang setia.***

URAPAN ISAKHAR NAN ISTIMEWA


Nama Isakhar (Ibrani: יִשָּׂשׂכָר - YISHASHOKHAR) memiliki arti "man of hire" Atau "man of reward" alias orang upahan. Isakhar, putra kelima Yakub dari Lea, dikemukakan sebagai seorang yang kuat bagaikan keledai yang kuat dan menyukai ketenangan.

 Isakhar, diumpamakan seperti ”keledai bertulang kuat”. (Kej. 49:14, 15) Hal ini tentu menunjukkan sifat yang juga dicerminkan oleh suku keturunannya. Tanah yang ditetapkan bagi mereka memang ”menyenangkan”, yaitu bagian yang subur di Palestina, yang baik untuk pertanian. Isakhar tampaknya bersedia melakukan kerja keras yang tercakup di dalamnya. Kerelaan ini ditunjukkan dengan ”membungkukkan bahunya untuk memikul beban”. Jadi, meskipun tidak menonjol, suku ini dapat dipuji karena memikul tanggungan berupa tanggung jawab yang menjadi bagiannya.




Suku Isakhar adalah suku yg paling berperan dalam pertempuran di bawah pimpinan Debora, sesama satu suku (Hak 5:15). Pertempuran itu terjadi di dataran Isakhar, dan kemenangan itu menjamin jalan lintas bebas antara orang Israel yang bermukim di daerah pegunungan Efraim dan yang tinggal di Galilea.

Menurut 1 Taw. 12:32, “Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yg harus diperbuat orang Israel: 200 orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka,”. Bani Ishakar memiliki hikmat yang luar biasa.

– Mereka yang mempelajari segala macam pergerakan bintang dan planet dan mengerti kronologis waktunya.

– Mereka tahu cara mengartikan/interpretasi arti dari setiap tanda-tanda yang terjadi di langit.

– Dapat mengetahui (menyadari) apa yang akan Tuhan lakukan dan kapan saatnya Tuhan lakukan.

– Mereka dapat mengetahui kapan saatnya seorang pemimpin itu akan naik dan memerintah.

– Mereka tahu kepada siapa mereka harus ikuti dan kapan waktunya mereka harus ikut
.

FIRMANMU PELITA BAGI KAKIKU, TERANG BAGI JALANKU



Sebagai orang Kristen, kita seharusnya menjadikan Alkitab (Firman Tuhan) itu menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari kita. Belajarlah untuk mencintai Firman Tuhan lalu hiduplah di dalamNya supaya kita berakar, bertumbuh dan berbuah.

Membaca Firman Tuhan tidaklah cukup hanya sekedar dibaca saja. Firman Tuhan yang kita baca, haruslah berdampak dan menghasilkan sesuatu yang positif dalam kehidupan kita. Apabila kita hanya mempelajarinya saja tanpa memahami apa yang tersirat dalam Firman Tuhan maka kita akan menjadi seperti para ahli-ahli Taurat.

Sangat menarik bisa mengetahui bagaimana kuasa firman Allah bekerja dalam hidup kita. Sebelumnya kita sudah tahu, bahwa firman Allah itu mempengaruhi kita dengan cara menusuk jiwa dan roh kita, membersihkan kenajisan kita dan menguduskan hidup kita menjadi seperti Kristus, saat ini kita akan lanjutkan pemahaman kita tentang hal ini. Pengaruh firman Allah yang keempat adalah: Menerangi jalan hidup kita. 



Mazmur 119:130 berkata:   “ Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.”  Firman Allah itu memberi terang sehingga orang-orang bodoh mendapatkan pengertian. Atau dengan kata lain, firman Allah itu menerangi kebodohan manusia sehingga manusia menjadi berhikmat. Bagaimana firman Allah itu menerangi? Kita harus memperhatikan kata sebelumnya, yaitu: ”Bila tersingkap.” Kata tersingkap menunjukkan sesuatu yang tersembunyi kemudian dibukakan. Bagi manusia yang berdosa, kebenaran firman Allah itu tersembunyi, tetapi oleh anugerah-Nya di dalam Yesus Kristus kita akan dibukakan rahasia kebenaran ini. Kebenaran itu akan terus disingkapkan kepada kita kalau kita terus-menerus mau merenungkan firman Allah siang dan malam. Dengan proses ini kebodohan-kebodohan kita digantikan dengan hikmat Allah.

kebodohan kita digantikan dengan hikmat Allah.

Mazmur 119:105 juga mengatakan: ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Sebagai pelita firman Allah bekerja memberikan terangnya. menunjukkan arah jalan kita agar kita tidak tersesat. Terang berbicara tentang hikmat, pengertian atau pewahyuan. Ketika Firman itu dimeditasikan, Firman itu akan masuk sebagai cahaya ke dalam manusia rohani kita dan bertemu dengan roh kita, yang merupakan pelita Tuhan (Ams. 20:27).

Seorang nenek yang berusia sekitar 70 tahun di sebuah desa, tidak dapat membaca tulisan satu katapun, karena ia buta huruf. Namun karena kerinduannya untuk dapat  mengerti firman Tuhan, ia belajar membaca sendiri pada usia yang tua renta.  Ia mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk belajar membaca. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar membaca Alkitab. Pada mulanya, ia mengeja tiap huruf dalam setiap kata di Alkitab. Akhirnya, setelah menghabiskan waktu beberapa tahun, ia lancar membacanya.
Nenek itu memiliki keinginan yang kuat, sehingga usahanya itu dilakukan dengan sekuat tenaga. Keinginan itulah yang menjadi penopang kekuatannya. Keinginan yang kuat membuatnya bisa mengerti maksud Firman Tuhan.

Demikian pula saat kita memiliki keinginan yang kuat agar FirmanNya tersingkap, maka Roh Kudus akan membantu kita menyingkapkan apa yang ada dalam FirmanNya. Caranya tentu dengan tekun memperkatakan, merenungkan serta melakukannya di setiap waktu. ****

Rabu, 26 Desember 2018

PERKATAAN YANG MENYEMBUHKAN


Suatu hari, Michael yg berumur 3 tahun berharap mendapatkan seorang adik perempuan. Maka ketika bayi di dalam kandungan ibunya dinyatakan perempuan, anak kecil itu sangat gembira. Setiap hari, ia mengelus perut ibunya dan menyanyi untuk adik perempuannya, "You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy, when stars are grey…”

Namun ketika bayi tersebut dilahirkan, terjadi komplikasi. Bayi tersebut berada dalam kondisi kritis. Michael kecil menunggu di rumah, menerka-nerka mengapa ibu dan adik bayinya belum juga tiba di rumah.




Beberapa hari kemudian, dokter memberitahu ibunya bahwa bayinya mungkin tidak akan bertahan lama. Ibunya memutuskan untuk membawa Michael ke ruang ICU dan melihat adik bayi perempuannya sebelum ia meninggal.
Ibunya tahu hal itu melanggar aturan ICU, tapi ia harus melakukannya. Ia membawa masuk Michael kecil dan membiarkannya berdiri di samping adik bayinya yang kondisinya memprihatinkan.

Saat itu Kepala Perawat melihat Michael dan berteriak, “Anak-anak dilarang masuk ke sini!”

Tapi sebelum mereka mendorongnya keluar ruangan itu, Michael kecil bernyanyi untuk adik bayinya, "You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy, when stars are grey, you never know dear, how much I love you, please don’t take my sunshine away…”

you, please don’t take my sunshine away…”
Dengan segera, bayi itu menjadi tenang. Detak jantungnya yang luar biasa cepat, melambat. Kepala Perawat memperhatikan apa yang terjadi dan berkata, “Anak kecil, apapun yg kau lakukan, lakukanlah terus. Sesuatu sedang terjadi pada bayi itu!”

Michael terus menyanyi bagi adiknya. Dan setiap hari, ia bertambah baik. Hingga ia sembuh total. Karena Michael kecil menggunakan kata-kata penghargaan dan pujian untuk memberkati adik perempuannya.

Kamu juga dapat menyembuhkan orang lain. Kamu memiliki kuasa Tuhan dalam lidah, di dalam mulutmu. Christ in You!! Tuhan berada di dalam dirimu....Gunakan kata-kata kamu untuk memberkati orang lain.Gemakan perkataanmu yang menyembuhkan orang lain, memulihkan orang lain dan memberi kedamaian kepada orang lain. Perkatakan selalu Firman Tuhan dalam dirimu....****

IBLIS SI RAJA HOAX






Hoax alias kabar bohong ternyata sudah ada sejak zaman Yesus. Perancangnya adalah iblis yang memperalat ahli-ahli agama dan para pemegang kekuasaan di Yerusalem.

 Para pemimpin Yahudi mengetahui bahwa murid-murid Yesus PASTI mengklaim kebangkitan Yesus berdasarkan kubur yang kosong. Tak ingin dipermalukan, mereka pun berunding dan membayar para penjaga kubur untuk membuat sebuah bualan alias hoax.

Hoax-nya berbunyi demikian: mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya dan disembunyikan. Yesus hanyalah seorang manusia penipu yang sudah mati. Hoax ini lalu dicatat dan dijadikan sebuah kebenaran.


Sayangnya hoax tersebut digugurkan oleh Yesus. Menurut catatan saksi mata, semua murid melihat Yesus lebih dari 10 kali pada peristiwa berbeda. Mereka menulis Dia memperlihatkan tangan dan kakinya dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka boleh menyentuhNya.

Dan Dia dilaporkan makan bersama mereka dan kemudian muncul hidup kepada lebih dari 500 pengikut di satu peristiwa. Zaman now, kitalah saksi-saksi itu.***

Minggu, 16 Desember 2018

MANFAAT BERBAHASA ROH

Setelah peristiwa yang terjadi dalam Kis. 1:8, yaitu pengutusan Tuhan atas para murid-Nya untuk menginjil dan diperlengkapi dengan Roh Kudus, maka Yesus naik ke Surga.

Dia akan datang kembali dengan cara yang sama ketika Ia naik ke Surga. Mereka yang melihat Yesus naik adalah para murid, dan mereka yang melihat Ia turun juga para murid-muridNya, yaitu kita semua.

Hal yang penting bisa kita perbuat adalah kita harus berbahasa roh, karena banyak keuntungannya bila kita berdoa dalam bahasa roh. Mari kita simak apa saja manfaatnya....


Sabtu, 15 Desember 2018

The Year of Flourishing : 4 Sungai Kehidupan






Dalam Yesaya 43:19 Tuhan berkata : “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Allah jelas berfirman bahwa Ia akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit gundul dan mata air di tengah padang gurun (Yesaya 41 : 18). Memang kita kerap “tidak melihat” tangan Tuhan beserta kita, tetapi bukan berarti Tuhan tidak beserta kita. Barangkali Tuhan membiarkan kita hanya melihat padang gurun yang gersang, tetapi sesungguhnya Dia telah menyiapkan sungai di depan kita.

Sungai apa saja yang Tuhan akan berikan di masa The Year of Flourishing ini ?

PISON

Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.

Sungai Pison  mengalir mengelilingi suatu tempat yang disebut tanah Hawila. Tanah ini dikenal sebagai sumber dari berbagai batu-batuan yang indah .

indah dan mulia seperti ; emas, damar bedolah dan batu krisopras. Hawila memiliki arti “lingkaran”.

Pison memiliki arti dalam bahasa Innggris :”increasi” atau meningkat. Sungai Pison berbicara tentang pertambahan, perkembangan, pertumbuhan dan peningkatan di segala aspek kehidupan kita.

GIHON 

Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.

Gihon memiliki arti “sungai kecil”. Gihon mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush (Kejadian 2: 13), yang dianggap adalah Etiopia. Karena tanah Kush. dalam Alkitab sering merujuk pada tanah orang Etiopia yang terletak di sebelah utara dan timur Mesir, maka posisi Sungai Gihon kemungkinan besar terletak di daerah Etiopia (Kejadian 10:6-8; Ester 1:1; 8:9; Yesaya 11:1; Zefanya 3:10).

Juga merupakan nama sumber (mata) air di sebelah timur Yerusalem. di mana Salomo diurapi menjadi raja (1 Raj 1:33,38,45). Dari sumber air inilah Hizkia membuat saluran air ke kolam Siloam (2 Tawarikh 32:30) di halaman dalam tembok-tembok kota, dan sumber air itu masih ada di luar tembok bagian luar yang dibangun oleh Manasye (2 Tawarikh 33:14).

nsaluran air ke kolam Siloam (2 Tawarikh 32:30) di halaman dalam tembok-tembok kota, dan sumber air itu masih ada di luar tembok bagian luar yang dibangun oleh Manasye (2 Tawarikh 33:14).
Gihon dalam bahasa Inggrisnya diartikan sebagai ‘bursting forth”. Hal ini berbicara tentang sesuatu yang meledak  atau membuka dengan  keras.

Artinya akan ada sebuah ledakan yang membawa sukacita dalam hidup anak-anak Tuhan. Suatu ledakan promosi dan kesuksesan sehingga bisa menjadi berkat (aliran air) bagi orang lain.



TIGRIS

Nama sungai yang ketiga adalah Tigris.

Sungai ini dalam bahasa Ibrani-nya disebut hiddekel  yang artinya “sangat cepat”. Sungai Tigris bersumber di pegunungan Armenia dan mengalir ke arah tenggara sepanjang kr 1.800 km, melalui Diarbekr membelah dataran Mesopotamia, dan akhirnya menjadi satu dengan Sungai Efrat 60 km di sebelah utara Teluk Persia, yaitu laut tempatnya bermuara.

Bila salju meleleh, sungai itu banjir pada bulan Maret-Mei dan Oktober-November.


Sungai Tigris berbicara tentang kecepatan dan percepatan dalam kehidupan rohani anak-anak Tuhan. Akan adanya percepatan secara rohani dimana waktu kita menabur maka dalam sekajap kita akan menuainya.



EFRAT

 Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Efrat adalah sungai besar yang bersama-sama dengan sungai Tigris menjadi ciri khas Mesopotamia. Sungai Efrat bermata air di Anatolia, Turki, dan bermuara di Teluk Persia. Sungai ini panjangnya lebih kurang 2,781 kilometer (1,730 mil).

Seluruh kota-kota purba yang penting berada di tebing sungai ini. Kebudayaan Sumeria berpusat di muara sungai ini. Di situlah letak pusat pemerintahan Babel dan Asyur.
Sungai Efrat berbicara tentang kesuburan. Bahwasanya kehidupan anak-anak Tuhan sudah pasti mengalami kesuburan di segala aspek. Tanah yang subur tentunya menghasilkan buah bagi tanaman apapun yang tumbuh di atasnya.

Itulah empat sungai yang Tuhan bukakan di The Year of Flourishing ini sebagai fasilitas istimewa bagi kita. **

Rabu, 12 Desember 2018

HOMOLOGEO : PERKATAAN HIDUP YANG MEMULIAKAN TUHAN



Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:10)

Bahasa Yunani untuk ‘mengaku’ adalah Homologeo, artinya “untuk berkata hal yang sama.” Mengaku artinya setuju akan Tuhan, menegaskan sebuah persetujuan bahwa Firman Tuhan itu ya dan pasti terjadi.
Sikap pengakuan yang seperti itu ternyata memuliakan Tuhan. Tuhan sangat senang dan sukacita saat kita setuju kepada-Nya.

Mengapa? karena dengan demikian dunia dapat melihat hasil yang nyata dari kehidupan rohani kita yang percaya. Untuk itulah kita ada, yaitu untuk menunjukkan keberadaan Tuhan kepada dunia dan bahwa hukum-hukum-Nya berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali.

Kolose 1:10 “Sehingga hidupmu layak dihadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah“.

Pekerjaan yang baik adalah buah yang harus kita perlihatkan sebagai kesaksian. Ketika kita tinggal dalam kehidupan akan pekerjaan yang baik, dunia melihat dan memuliakan Bapa kita di surga. Yohanes 15:8 “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku”.

Bagaimana caranya supaya kita berbuah banyak (fruitfull)? Sebelumnya kita harus terlebih dahulu berkembang. Bagaimana supaya kita bisa berkembang? Sebelumnya kita harus lebih dahulu bertumbuh. Bagaimana cara agar kita bertumbuh? Setiap hari kita harus diisi Firman Tuhan dan menegaskan (menyetujui) apa yang Tuhan sampaikan alias homologeo.

Saat Firman Tuhan itu setiap saat kita tegaskan kembali, kita setujui , dan kita lakukan. Maka sebenarnya kita sedang melakukan pekerjaan yang baik. Suatu pekerjaan yang baik pastilah membantu kita bertumbuh hingga berkembang dan akhirnya berbuah.

Tahun ini adalah The Year of Flourishing: Tahun dimana kita pasti berkembang dan berbuah banyak. Aminnn...!!!

 

Blog Archive