Tampilkan postingan dengan label edisi agustus 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edisi agustus 2018. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Februari 2019
Profil Pembina Junior Church : Ka Lana
Datang dari keluarga yang tidak mengenal Yesus, membuat Ka Lana tidak mengalami perubahan hidup terutama dalam masalah kebiasaan. Setelah lulus SMA, ia berpindah kepercayaan menjadi Katolik. Kuliah di jurusan keperawatan membawanya mengenal Yesus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Rekannya di bangku SMA terlebih dahulu menerima Yesus dan mengajaknya bertobat.
Saat pertama mengikuti ibadah gereja Kristen, Ka Lana mengalami perjumpaan dangan Tuhan dan menerima karunia Roh Kudus. Ia bisa berbahasa lidah untuk pertama kalinya. Tak lama ia mulai ikut pelayanan tamborine dan setia melayani. Sampai 4 tahun kemudian bertemu pria ganteng baik hati yang akhirnya menjadi suaminya kini.
Namun setelah berumah tangga, tiada perubahan berarti dalam kehidupan rohani mereka. Hingga satu kali mereka mendapat tetangga baru yang membawa perubahan dalam hidup mereka. Pdt. Agung Takariana tak disangka menjadi tetangga mereka. Sang suami, yang adalah anak rohaninya semasa SMP, akhirnya diajak bergabung melayani dan menjadi fulltimer.
Beberapa bulan berikutnya Ka Lana didorong setengah dipaksa melayani di JC. Merasa tidak mampu, ia pun bergabung melayani di JC dengan penuh keraguan. Kaget, gemetaran dan gugup menjadi atributnya saat awal melayani. Sambil menjaga anaknya, Ka Lana memimpin pujian bahkan membawakan Firman Tuhan.
Ka Lana saat ini sudah dikarunia 2 orang anak lelaki yang tampan. Anak bungsunya bernama Israel. Saat Israel masuk sekolah di sebuah taman kanak-kanak, Ka Lana mendapatkan teman-teman orang tua siswa yang luar biasa. Begitu kompak, rajin, serta berlatar belakang beragam. Mereka saling melengkapi sehingga membuat sebuah persekutuan yang menjadikan iman mereka bertumbuh. Tak hanya itu, Tuhan membuka jalan Ka Lana bisa berjualan dan mendapat penghasilan yang berlimpah.
Ka Lana masih memiliki kerinduan bahwa anak-anak JC dapat melayani Tuhan. Ia juga merindukan Tuhan memakainya lebih luar biasa lagi di sekolah, pelayanan dan di keluarganya. Harapan terbesarnya adalah melihat JC menjadi berkat bagi kota Bandung dan seluruh Indonesia.
Rabu, 23 Januari 2019
Suara Gembala (Agustus 2018) : Sekali Merdeka Tetap Merdeka
Merdekaaa..!!
Puji Tuhan..!! Bulan ini kita akan merayakan ulang tahun Bangsa Indonesia yang ke 73 tahun.
Hanya kasih dan kemurahan Tuhan saja yang menyertai kota dan bangsa kita, Fresh Kids.
Ayo kita bersatu hati percaya, bahwa kemuliaan Tuhan Yesus Kristus semakin dinyatakan atas
kota dan bangsa kita.
Jangan lupa untuk mendoakan kota dan bangsa kita setiap hari di jam-jam doamu yaa..!!
Dan Fresh Kids juga tetap setia membaca Alkitabmu setiap hari ya.. Penuhi hatimu..
hidupmu.. dengan Firman Tuhan. Mengapa..?!? Karena hanya Firman Tuhanlah
yang benar dan sanggup untuk menuntun hidup kita.
Firman Tuhan juga yang akan mengerjakan bagimu perbuatan-perbuatan Tuhan yang
dahsyat dan ajaib dan membawa hidupmu tetap berjalan dalam rencana Tuhan yang sukses,
sungguh amat baik, dan gilang-gemilang.
I Grow.. I Go.. I Glorify.. Yess..!!!
Salam Flourishing.. Tuhan Yesus Memberkati..
Christ is Enough For Me ( Hillsong)
Christ Is Enough
Karya : Reuben Morgan & Jonas Myrin
Capo 4 - Key: B
Capo 4 - Key: B
Verse 1:
Em C
Christ is my reward,
G D
And all my devotion
Em C
Now there's nothing in this world
G D
That could ever satisfy
Pre Chorus:
C
Through every trial
G
My soul will sing
C
No turning back
D
I've been set free
Chorus:
G
Christ is enough for me
Em C
Christ is enough for me
D C
Everything I need is in You
D
Everything I need
Verse 2:
Christ my all in all
My joy and my salvation
And His hope all never fail
Heaven is at home
Pre Chorus:
Through every storm
My soul will sing
Jesus is here
To God be the glory
Bridge:
Em C D G
I have decided to follow Jesus
C
No turning back
D
No turning back
Em C D G
I have decided to follow Jesus
C
No turning back
D G
No turning back
Em C D G
The cross before me, the world behind me
C
No turning back
D
No turning back
Em C D G
The cross before me, the world behind me
C
No turning back
D G
No turning back
Kamis, 27 Desember 2018
FIRMANMU PELITA BAGI KAKIKU, TERANG BAGI JALANKU
Sebagai orang Kristen, kita seharusnya menjadikan Alkitab (Firman Tuhan) itu menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari kita. Belajarlah untuk mencintai Firman Tuhan lalu hiduplah di dalamNya supaya kita berakar, bertumbuh dan berbuah.
Membaca Firman Tuhan tidaklah cukup hanya sekedar dibaca saja. Firman Tuhan yang kita baca, haruslah berdampak dan menghasilkan sesuatu yang positif dalam kehidupan kita. Apabila kita hanya mempelajarinya saja tanpa memahami apa yang tersirat dalam Firman Tuhan maka kita akan menjadi seperti para ahli-ahli Taurat.
Sangat menarik bisa mengetahui bagaimana kuasa firman Allah bekerja dalam hidup kita. Sebelumnya kita sudah tahu, bahwa firman Allah itu mempengaruhi kita dengan cara menusuk jiwa dan roh kita, membersihkan kenajisan kita dan menguduskan hidup kita menjadi seperti Kristus, saat ini kita akan lanjutkan pemahaman kita tentang hal ini. Pengaruh firman Allah yang keempat adalah: Menerangi jalan hidup kita.
Mazmur 119:130 berkata: “ Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.” Firman Allah itu memberi terang sehingga orang-orang bodoh mendapatkan pengertian. Atau dengan kata lain, firman Allah itu menerangi kebodohan manusia sehingga manusia menjadi berhikmat. Bagaimana firman Allah itu menerangi? Kita harus memperhatikan kata sebelumnya, yaitu: ”Bila tersingkap.” Kata tersingkap menunjukkan sesuatu yang tersembunyi kemudian dibukakan. Bagi manusia yang berdosa, kebenaran firman Allah itu tersembunyi, tetapi oleh anugerah-Nya di dalam Yesus Kristus kita akan dibukakan rahasia kebenaran ini. Kebenaran itu akan terus disingkapkan kepada kita kalau kita terus-menerus mau merenungkan firman Allah siang dan malam. Dengan proses ini kebodohan-kebodohan kita digantikan dengan hikmat Allah.
kebodohan kita digantikan dengan hikmat Allah.
Mazmur 119:105 juga mengatakan: ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Sebagai pelita firman Allah bekerja memberikan terangnya. menunjukkan arah jalan kita agar kita tidak tersesat. Terang berbicara tentang hikmat, pengertian atau pewahyuan. Ketika Firman itu dimeditasikan, Firman itu akan masuk sebagai cahaya ke dalam manusia rohani kita dan bertemu dengan roh kita, yang merupakan pelita Tuhan (Ams. 20:27).
Seorang nenek yang berusia sekitar 70 tahun di sebuah desa, tidak dapat membaca tulisan satu katapun, karena ia buta huruf. Namun karena kerinduannya untuk dapat mengerti firman Tuhan, ia belajar membaca sendiri pada usia yang tua renta. Ia mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk belajar membaca. Setiap hari, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar membaca Alkitab. Pada mulanya, ia mengeja tiap huruf dalam setiap kata di Alkitab. Akhirnya, setelah menghabiskan waktu beberapa tahun, ia lancar membacanya.
Nenek itu memiliki keinginan yang kuat, sehingga usahanya itu dilakukan dengan sekuat tenaga. Keinginan itulah yang menjadi penopang kekuatannya. Keinginan yang kuat membuatnya bisa mengerti maksud Firman Tuhan.
Demikian pula saat kita memiliki keinginan yang kuat agar FirmanNya tersingkap, maka Roh Kudus akan membantu kita menyingkapkan apa yang ada dalam FirmanNya. Caranya tentu dengan tekun memperkatakan, merenungkan serta melakukannya di setiap waktu. ****
HATI BAPA SEORANG YAKUB
YAKUB mengalami perlakuan menyakitkan dari sang Bapa, Ishak. Bukan rahasia lagi bahwa Ishak lebih menyayangi sang kakak, Esau yang suka berburu. Meski ia justru lebih disayangi ibunya, Yakub tumbuh menjadi pribadi yang kekurangan perhatian bapanya.
Kesalahan Ishak dan Ribka dalam memperlakukan kedua anaknya berdampak panjang. Yakub di kemudian hari mengikuti jejak kedua orangtuanya. Ia lebih menyayangi Yusuf diantara 12 saudaranya.
Yakub tidak belajar dari kesalahan orang tuanya. Ia memperlakukan anak-anaknya dengan kualitas kasih yang berbeda (Kej. 25:28). Perhatian, kasih, dan pengajaran yang diberikan oleh Yakub kepada anak-anaknya juga berbeda. Yakub terpusat kepada Yusuf, itu mengakibatkan anak-anaknya yang lain tumbuh dalam perasaan tertolak dan iri hati.
Akibatnya sangat tragis. Rasa benci mereka terhadap Yusuf hanyalah permulaan dari apa yang sanggup mereka lakukan di kemudian hari. Membunuh awalnya menjadi niatan mereka. Jika saja tidak ada Ruben, Yusuf mungkin tak akan dijual melainkan menjadi mayat.
Kesalahan ini rupanya bukan hanya dilakukan oleh Yakub, tetapi merupakan kesalahan yang sangat banyak dilakukan oleh manusia pada umumnya, yaitu mengabaikan pengajaran rohani bagi anak-anak.
Bangsa Israel mengalami penurunan kualitas moral sampai titik terendah karena leluhur mereka yang kurang memperhatikan pendidikan kerohanian anak-anaknya dari generasi ke generasi. Akibatnya adalah mereka memberontak melawan Allah dan terbuang dari tanah tempat tinggal mereka.
Dalam pembuangan, Tuhan mengutus nabi Maleakhi untuk menegur sekaligus menyadarkan mereka. Nubuatan tersebut menyatakan bahwa ketika Yohanes Pembaptis datang, ia akan menyadarkan umat Tuhan tentang pentingnya kasih yang nyata dari seorang bapa kepada anak-anaknya agar bangsa itu dipulihkan oleh Tuhan (Mal. 4:6).
Urutan proses pemulihan kehidupan umat Tuhan menurut Kitab Maleakhi: (1).Hati bapa-bapa kembali kepada anak-anaknya (2).Hati anak-anak kembali kepada bapanya. Apa yang dimaksud dengan hati bapa-bapa kembali kepada anak-anaknya?
Maksud Allah ialah orangtua harus mengajarkan firman Allah kepada anak-anak kita (Mat.4:4). Seorang bapa wajib meluangkan waktu bersama isterinya untuk membacakan alkitab kepada anak-anaknya.
Namun bukan hanya pengajaran yang diperlukan seorng anak, tetapi relasi yang sehat dengan orangtuanya. Relasi yang sehat akan membuka jalan yang lebar bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai firman Tuhan kepada anak-anak, mengoreksi mereka ketika mereka bersalah, serta menuntun mereka kembali pada jalan pertobatan.
Itulah yang diinginkan Tuhan dari seorang bapa dan anak-anaknya. Sehingga ia memakai Yusuf untuk memulihkan keluarganya. Memulihkan hati Yakub yang gagal menjadi bapa yang baik bagi semua anaknya.
Yusuf menjadi pelopor seorang bapa yang baik dengan mengajarkan kedua anaknya nilai-nilai firman Tuhan dan memiliki relasi yang baik dengan mereka.****
Langganan:
Postingan (Atom)








