Pages

MENU

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label edisi oktober 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edisi oktober 2018. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2019

Profil Pembina Junior Church : Ka Lieana




Pada suatu hari di suatu tempat di kota Bandung di atas kasur empuk tepat pada tanggal 4 Oktober lahir lah seorang bayi wanita imut yang diberi nama Lieana .Beranjak dewasa ia lebih dikenal dengan nama beken Ka Nana. 

Semasa kecilnya Ka Nana belum mengenal Tuhan Yesus. Tradisi dan latarbelakang keluarganya tidak memperkenalkannya dengan Tuhan. Sampai pada akhirnya saat Ka Nana makan bangku sekolahan, ia dijamah Tuhan. Ka Nana mengenal adanya satu pribadi yaitu Tuhan Yesus.

Sejak itu Ka Nana rindu untuk bisa beribadah kepada Tuhan Yesus. Puji Tuhan, waktu berlalu sekarang Ka Nana sudah bisa beribadah bahkan melayani Tuhan Yesus. Ka Nana merasa bersyukur sekali bisa diberi kesempatan melayani Tuhan Yesus dan bergabung di Junior Church.

Bergabung sejak 2014, Ka Nana sepenuh hatinya mengabdikan diri di Junior Church. Meski berbenturan dengan kesibukan pekerjaannya, ia tetap berkomitmen melayani. Ka Nana merasa bersyukur sekali bisa bergabung di JC , beribadah bersama dengan anak-anak JC yang sedari kecil sudah mencintai Tuhan Yesus.

Selain memuji menyembah Tuhan.. bermain bersama adik-adik JC .. Ka Nana juga punya hobby unik loch yaitu makan dan tidur. Siapa mau coba lomba makan bareng Ka Nana?

Satu tekad Ka Nana adalah ingin terus melayani Tuhan Yesus bersama dengan seisi keluarga Ka Nana sampai Tuhan Yesus datang.




Rabu, 23 Januari 2019

Suara Gembala (Oktober 2018) : Sikap Hati Mengikuti Tuntunan



Syalom Fresh Kids..!!

Puji Tuhan.. tinggal dua bulanan lagi kita akan mengakhiri tahun 2018 ini.

Sudahkan kalian mengalami tuntunan “The Year  of Flourishing”: Tahun Berkembang, Tahun
Kemajuan, Tahun Kesuburan, Tahun Berbuah Lebat, dan Tahun Bersukacita karena Panen
yang Dahsyat.. ?!?

Kakak berharap Fresh Kids mengalaminya dan terus mengalaminya, karena semua yang dahsyat
dan luar biasa dari Allah sedang dan akan terus terjadi dalam kehidupan Fresh Kids. Amin..!!



Janji Tuhan itu juga bukan hanya terjadi bagi  Fresh Kids pribadi, tapi juga bagi keluargamu,
bagi Junior Church kita, bagi Gereja BFA, dan bagi kota dan bangsa kita. Amin..!!

Rindukah kalian terus mengalami janji Tuhan itu..?!? Ayo Terus bangun sikap hati yang
senang memuji dan menyembah Tuhan disertai rasa syukur.. hormat dan kekaguman akan Tuhan
Yesus yang luar biasa. Dan pengenalan akan Tuhan Yesus melalui pembacaan.. perenungan..
dan homologeo setiap hari. 

I Grow.. I Go.. I Glorify.. Yes..Yes..Yessss..!!!!!   




Every Praise (Hezekiah Walker)

EVERY PRAISE

Karya : Hezekiah Walker

Do=C

[Verse 1]
C
Every praise is to our God
  Am
Every word of worship with one accord
 F            G          G/C       C    F   G   C
Every praise, every praise is  to our God

[Verse 2]
C
Sing Hallelujah to our God
 Am
Glory Hallelujah unto our God
 F            G          G/C      C   F   G   C 
Every praise, every praise is to our God

[Verse 1]
D
Every praise is to our God
Bm
Every word of worship with one accord
G             A                      D   G  A   D
Every Praise, every praise is to our God

[Verse 2]
D
Sing Hallelujah to our God
Bm
Glory Hallelujah unto our God
G             A                      D   G  A   D
Every praise, every praise is to our God

[Chorus]
D              Bm             G
God my Savior, God my Healer, God my Deliverer
Em         G
Yes He is, yes He is
D              Bm             G
God my Savior, God my Healer, God my Deliverer
Em         G
Yes He is, yes He is

[Verse 1]
D
Every praise is to our God
Bm
Every word of worship with one accord
G             A                      D   G  A   D
Every Praise, every praise is to our God

[Verse 2]
D
Sing Hallelujah to our God
Bm
Glory Hallelujah unto our God
G             A                      D   G  A   D
Every praise, every praise is to our God

[Chorus]
 D             Bm             G
God my Savior, God my Healer, God my Deliverer
Em         C          D
Yes He is, yes He is

Kamis, 27 Desember 2018

Humor Edisi Oktober 2018


KELEDAI YANG RENDAH HATI




Isakhar, putra kelima Yakub dari Lea, dikemukakan sebagai seorang yang kuat bagaikan keledai yang kuat dan menyukai ketenangan. Keledai adalah seekor hewan beban yang berkekuatan besar yang tunduk kepada kuk yang menyakitkan tanpa mengeluh agar dapat bebas untuk beristirahat dengan nyaman.

Namun mengapa ia seringkali dikonotasikan kepada orang yang bodoh? Mari kita lihat keistimewaan hewan yang satu ini. Menurut Yesaya 1:3 menyiratkan bahwa keledai lebih pandai daripada Israel : Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.

Pada zaman Musa keledai dianggap harta milik yang dilindungi oleh hukum. Keluaran 23:12
Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.




 Isakhar tidak merasa dihina dengan palambangan ‘keledai’ yang diberikan Yakub kepadanya dan kepada keturunannya. Keturunan Isakhar akan menjadi seorang pekerja-pekerja yang keras, dan selalu siap, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tenang, sabar  tenang, sabar, dan berkomitmen tinggi.

Keledi selalu ada dalam beberapa peristiwa penting. Misalnya : saat Abraham bersiap-siap mengorbankan anaknya Ishak (Kejadian 22:3).Ada ‘keledai’ saat saudara-saudara Yusuf mengembara ke Mesir untuk minta bantuan makanan (Kejadian 42:27). Juga saat Musa kembali ke Mesir untuk membebaskan bani Israel dari penjajahan. (Keluaran 4:20). Keledai juga menjadi salah satu saksi runtuhnya tembok Yeriko (Yosua 6:21)

Yang paling hebat dalam ingatan kita adalah Sang Raja segala Raja itu memilih ‘keledai’ untuk memasuki Yerusalem. Yesus adalah Raja segala raja, Allah segala allah, bukankah Dia berhak mendapatkan yang terbaik? Dilayani selayaknya kaum kerajaan? Tentu saja Dia berhak. Tetapi Yesus lebih memilih sebagai manusia biasa. Kuda mungkin lebih cocok dinaiki oleh seorang raja, tetapi Yesus lebih bangga sebagai seorang hamba.‘Keledai adalah lambang ‘kerendahan hati’ dan selalu berkomitmen terhadap kerja keras.


Willie Myrick : Lolos Dari Penculikan Berkat Memuji Tuhan


Ada sebuah kejadian yang unik di Georgia. Bocah 10 tahun bernama Willie Myrick saat itu tengah berjalan di sebuah lokasi, dan seorang pria memancingnya dengan menggunakan uang.

Saat bocah itu mendekat dan semakin dekat, pria tersebut kemudian membawanya masuk ke dalam mobil dan mulai membawanya pergi. Merasa hidupnya berada di mulut singa, Willie ketakutan. Dan yang bisa ia lakukan hanya menyanyikan sebuah lagu yang terngiang-ngiang di kepalanya.

Sepanjang jalan ia tak berhenti menyanyikan lagu berjudul Every Praise berulang-ulang, membuat pria yang menculiknya merasa gerah dan bising. Ia berkali-kali mengucapkan kata-kata kasar untuk mengancam dan memintanya berhenti menyanyikan lagu rohani itu.






Namun Willie sepertinya ngotot menyanyikannya dan yakin akan kuasa Tuhan yang ia sembah. Untunglah penculik Willie ini sepertinya juga bukan tipikal yang berani melakukan hal nekat.

Lelah mendengarkan bocah itu bernyanyi lagu rohani. ia pun menyuruh Willie keluar dari mobilnya. Alhasil Willie tak jadi diculik dan segera melaporkan apa yang terjadi pada dirinya pada polisi. Di kala sketsa penculiknya telah disebar ke seluruh kota dan penculik Willie menjadi buronan, penculikan yang batal terjadi itu membawa Willie pada hal yang lebih mengejutkan lagi.

Hezekiah Walker, penulis lagu Every Praise, menemui Willie dan memeluknya karena merasa Tuhan bicara padanya lewat bocah itu .Ternyata cerita Willie menyanyikan lagu rohani berulang-ulang di sepanjang jalan saat dia diculik, membuatnya bisa bertemu dengan pencipta lagu rohani yang ia nyanyikan, Hezekiah Walker. Alasannya adalah Walker ingin memeluk bocah tersebut dan mengatakan bahwa ia menyayanginya.

menyayanginya.

"Aku tak percaya bahwa Tuhan bicara padaku dengan cara menyelamatkan bocah itu," ujar Walker. Ia sangat tergugah dengan kejadian tersebut. Bagaimana cara Tuhan bekerja telah mengubah hidupnya sekaligus menyelamatkan seorang anak dari bahaya.

Anak itu bahkan tidak membutuhkan sound system bagus atau iringan musik untuk menyembah Tuhan dengan segenap hati. Namun pujian dan sembah yang ia perdengarkan di hadapan penculiknya dikenan Tuhan.

Seperti kisah pastor Matt Redman yang menemukan kembali arti pujian penyembahan. Ia merasa jemaat kehilangan arti pujian dan penyembahan yang sesungguhnya. Jadi ia menganjurkan semua sound system di gereja dicabut, ia memutuskan bahwa mereka akan memuji Tuhan hanya dengan suara mereka, tanpa sound system apa pun.

Pujian kita luar biasa, bukan karena suara yang indah atau pun bukan karena band yang bagus. Pujian kita luar biasa oleh karena SIAPA YANG KITA SEMBAH. Kita menyembah Tuhan yang luar biasa, dan pastor  Redman bersama jemaatnya mengembalikan Yesus sebagai pusat dari puji-pujian mereka.

Jadi selama sekitar tiga bulan, mereka hanya menyanyi menggunakan suara mereka. Redman berkata awal nya terasa sedikit aneh dan tidak biasa, tetapi setelah tiga bulan tersebut, ia menemukan pembelajaran baru tentang pujian dan penyembahan. Maka itu ia membuat lagu “Heart of Worship.” ***

MILIK PUSAKA SUKU ZEBULON







Suku Zebulon mendapatkan milik pusaka sebuah distrik terjepit di Galilea Bawah yang mencakup Nazaret di zaman Perjanjian Baru. Hikmat ilahi telah menempatkan suku-suku keturunan Lea, yaitu Zebulon dan Isakhar, di bagian utara suku-suku keturunan Rahel di dalam rangka merekatkan persekutuan bangsa itu.

Yehuda, Isakhar dan Zebulon berkemah secara bersandingan di padang gurun (Bil. 2:3-7; 10:14-16). Ikatan-ikatan ini bertahan selama berabad-abad.

Maria dan Yusuf, misalnya, yang keduanya berasal dari suku Yehuda, tinggal menetap di wilayah Zebulon. Kemudian, kota suku Zebulon, yaitu Betlehem (19:15) memperoleh nama itu dari seorang keturunan suku Yehuda.
Menjelang kematiannya, Israel mengatakan sehubungan dengan milik pusaka suku Zebulon, ”Zebulon akan berdiam di tepi laut, dan ia akan berada di tepi pantai tempat kapal-kapal membuang jangkar; dan batasnya yang terjauh akan menghadap Sidon.” (Kej 49:13) .

Karena Sidon ada di sebelah utara Israel dan karena daerah Zebulon akan menghadap Sidon, daerah Zebulon akan berada di bagian utara. Meskipun tidak secara langsung berbatasan dengan laut, wilayah yang ditetapkan bagi Zebulon terletak di antara Laut Galilea di sebelah timur dan Laut Tengah di sebelah barat, sehingga orang Zebulon dapat dengan mudah mencapai kedua laut itu. Jadi, mereka dapat dengan mudah melakukan perdagangan, yang mungkin secara tidak langsung disebutkan dalam berkat Musa, ”Bersukacitalah, hai, Zebulon, dalam perjalanan-perjalananmu.”




Tanah Zebulon subur (1 Tawarikh 12:40), dan suku itu mempunyai reputasi tinggi di Israel karena kepatriotannya dan ibadahnya (Hakim 5:14, 18; 6:35; 1 Tawarikh 12:33). Pada zaman Hizkia beberapa orang dari mereka ke Yerusalem untuk merayakan Paskah (2 Tawarikh 30:11).
Dari suku Zebulon muncul banyak pejuang yang berani. Kaum Zebulon menyambut panggilan Barak untuk bertempur melawan pasukan yang ada di bawah komando Sisera. (Hak 4:6, 10) Orang Zebulon juga datang menyambut panggilan Hakim Gideon yang memerlukan pejuang. (Hak 6:34, 35) Di antara para pendukung Daud, terdapat 50.000 orang Zebulon yang adalah pria-pria loyal yang tidak ”mendua hati”. (1Taw 12:33, 38-40) Selama pemerintahan Daud, orang Zebulon tampaknya memegang peranan penting dalam penaklukan musuh-musuh Israel.

Zebulon adalah suku yang militan dan pandai berperang. Suku ini diurapi Tuhan sebagai pembawa terobosan, mahir menggunakan semua senjata perang, stabil serta dapat dipercaya. Urapan inilah yang menjadi milik pusaka suku Zebulon. Membuat kehidupan mereka senantiasa mengalami keuntungan karena keahlian mereka, kepandaian berdagang, serta sifat mereka yang setia.***

(Teka-teki) Bantu Mama Belanja


The Bible Stories : 30


 

Blog Archive