Tampilkan postingan dengan label home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label home. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Desember 2018
Rabu, 26 Desember 2018
Amanat Agung di Seluruh Dunia
Seabad yang lalu, pada tahun 1910, sekitar dua pertiga orang Kristen sedunia tinggal di Eropa, di mana selama seribu tahun lebih menjadi wilayah Kristen terpenting/terbesar. Saat ini hanya seperempat dari total umat Kristen sedunia yang tinggal di Eropa (26%). Jumlah terbesar orang Kristen, lebih dari sepertiga, saat ini tinggal di Benua Amerika (37%). Sekitar 1 dari 4 orang Kristen tinggal di Sub Sahara Afrika (24%), dan sekitar satu dari delapan orang Kristen terdapat di Asia dan Pasifik (13%).
Jumlah orang Kristen di seluruh dunia telah berlipat ganda empat kali dalam 100 tahun terakhir ini, dari sekitar 600 juta di tahun 1910 menjadi lebih dari 2 milyar di tahun 2010. Tetapi secara keseluruhan jumlah penduduk dunia telah naik/berkembang secara cepat, dari sekitar 1,8 milyar orang pada tahun 1910 menjadi 6,9 milyar orang pada tahun 2010. Jadi dari segi jumlah, persentase orang Kristen saat ini (32%) hampir sama dengan persentase orang Kristen seabad yang lalu (35%).
Akan tetapi, walaupun pertumbuhan Kristen masih stabil, tetapi telah terjadi pergeseran yang sangat penting. Walaupun Benua Eropa dan Amerika masih merupakan rumah bagi mayoritas orang Kristen sedunia (63%), persentase itu jauh lebih rendah dari tahun 1910 (93%). Jumlah orang Eropa dan Amerika yang Kristen telah menurun dari 95% menjadi 76% di tahun 2010 di Eropa secara keseluruhan, dan dari 96% menjadi 86% di benua Amerika secara keseluruhan.
Pada waktu yang sama, Kekristenan telah sangat berkembang di Sub-Sahara Afika dan wilayah Asia-Pasifik, dimana sebelumnya pada awal abad 20 hanya ada sedikit orang Kristen. Persentasenya melonjak dari 9% di tahun 1910 menjadi 63% di tahun 2010. Di wilayah Asia-Pasifik bertumbuh dari 3% menjadi 7%.
Negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan Amerika Latin sedang mengalami perkembangan kekristenan yang sangat cepat. Saat ini, lebih dari 1,3 milyar orang Kristen tinggal di daerah dunia selatan (61%), dibandingkan dengan sekitar 860 juta di daerah dunia utara (39%).
Jumlah orang yang bertobat dari Komunisme/Atheisme menjadi Kristen saat ini sekitar 100 juta lebih. Di India ada 15.000 petobat baru setiap bulannya. Di Cina saja, lebih dari 30.000 orang bertobat setiap harinya, saat ini terdapat lebih dari 80 juta orang Protestan. Dalam beberapa tahun ini, Alkitab menjadi buku paling laris di Jepang. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Pemerintah Jepang, penduduk Jepang diminta untuk menyebut nama pemimpin agama terbesar di dunia, 67% menjawab,”Yesus Kristus”.
Indonesia, negeri berpenduduk Islam terbesar, memiliki jumlah orang Kristen yang lebih besar daripada gabungan jumlah orang Kristen dari 20 negara di Timur Tengah-Afrika Utara.
Saat ini terdapat 680 juta orang Kristen Protestan Injili yang aktif dan berkomitmen untuk Kristus. Rata-rata 120 juta orang diperkenalkan setiap tahun kepada Injil atau sekitar 260,274 orang diinjili setiap harinya. Sekitar 1,7 milyar orang mendengar radio atau menonton TV Kristen setiap bulannya. Setiap hari jumlah orang yang bertobat menjadi pengikut Kristus sekitar 174.000 orang di seluruh dunia. 3500 gereja baru dibuka setiap minggu di seluruh dunia.
Lembaga-lembaga Alkitab Protestan mendistribusikan sekitar 70 juta alkitab setiap tahun di seluruh dunia. Ada 6 juta buku tentang kekristenan saat ini.***
disarikan dari PEW Forum Research
CERMIN GADGET
Rumah sakit khusus mata Moorfield di London baru saja didatangi dua orang pasien wanita yang memiliki keluhan yang sama. Mereka masing-masing berusia 20 dan 40 tahun.
Adapun keluhan keduanya adalah kebutaan sementara. Terkadang mereka tidak bisa melihat selama 15 menit dan itu sering kali terjadi.
Hal itu ternyata disebabkan kebiasaan keduanya bermain handphone sambil tidur-tiduran.
Penggunaan handphone sambil tiduran bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan yang fatal. Salah satu hal yang paling sering terjadi adalah menyebabkan mata minus. Sinar cahaya yang sangat tinggi dari handphone menjadi salah satu faktor penyebabnya. Dan juga ketika cahaya tersebut berada tepat diatas bola mata, hal tersebut akan meningkatkan kerusakan pada retina mata , bahkan tidak jarang menyebabkan kebutaan.
Wah, bahaya juga ya adik-adik saat kita sembrono dan terlalu terikat pada gadget kita. Yuk ah, kita lebih terikat sama Tuhan Yesus dibandingkan gadget.
Buku yang Sangat Berharga
Kitab-kitab di dalam Perjanjian Baru ditulis di dalam bahasa Yunani. Tetapi, tidak ada satupun naskah asli hasil tulisan langsung para penulis pertama (Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus, Petrus, Yakobus, dll) yang masih ada sampai sekarang. Semua mungkin sudah hancur karena pada waktu itu mereka menulis di atas dua macam material: Papirus (kertas yang dibuat dari pohon papirus) dan Perkamen (dari kulit hewan). Maka naskah Perjanjian Baru yang kita miliki adalah hasil salinan.
Orang-orang Kristen mula-mula menyalin hasil tulisan para penulis pertama itu dan menyebarkannya. Naskah itu kemudian disalin lagi dan disebarkan lagi. Demikian seterusnya. Maka kita menemukan banyak sekali naskah Perjanjian Baru tersebar di banyak sekali tempat!
Ketika gereja semakin tersebar, dirasakan perlu adanya terjemahan Alkitab di dalam bahasa-bahasa lain. Salah satu terjemahan yang paling terkenal waktu itu adalah Vulgate (bahasa Latin).
Pada abad ke 16, setelah penemuan mesin cetak, seorang bernama Erasmus memutuskan untuk menerbitkan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani (waktu itu naskah yang dipakai secara luas adalah Vulgate - Bahasa latin). Tetapi, dia tidak bisa menemukan naskah kuno yang berisi lengkap seluruh Perjanjian Baru.
Maka dia menggunakan dua naskah bahasa Yunani yang adalah salinan dari abad 12 Hasil akhir karya Erasmus adalah Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang disebut Textus Receptus (Received Text).
Textus Receptus kemudian direvisi lagi oleh Robertus Stephanus (sampai 4 edisi) dan Theodore Beza (sampai 9 edisi). Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang disebut Textus Receptus inilah yang digunakan untuk diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Alkitab KJV.
Setelah Textus Receptus, ada ribuan naskah Yunani lain yang ditemukan yang jauh lebih tua. Naskah-naskah itu dikumpulkan, diteliti, dibandingkan, dengan berbagai cara. Kemudian para ahli merekonstruksi naskah Perjanjian Baru bahasa Yunani yang mendekati aslinya.
Sekarang ini, teks Perjanjian Baru bahasa Yunani yang standar diterima adalah Nestle-Aland Greek New Testament (sekarang edisi ke-28) atau juga disebut United Bible Societies Greek New Testament. Alkitab bahasa Inggris versi modern, termasuk NIV, diterjemahkan dari naskah hasil rekonstruksi ini.***
Orang-orang Kristen mula-mula menyalin hasil tulisan para penulis pertama itu dan menyebarkannya. Naskah itu kemudian disalin lagi dan disebarkan lagi. Demikian seterusnya. Maka kita menemukan banyak sekali naskah Perjanjian Baru tersebar di banyak sekali tempat!
Ketika gereja semakin tersebar, dirasakan perlu adanya terjemahan Alkitab di dalam bahasa-bahasa lain. Salah satu terjemahan yang paling terkenal waktu itu adalah Vulgate (bahasa Latin).
Pada abad ke 16, setelah penemuan mesin cetak, seorang bernama Erasmus memutuskan untuk menerbitkan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani (waktu itu naskah yang dipakai secara luas adalah Vulgate - Bahasa latin). Tetapi, dia tidak bisa menemukan naskah kuno yang berisi lengkap seluruh Perjanjian Baru.
Maka dia menggunakan dua naskah bahasa Yunani yang adalah salinan dari abad 12 Hasil akhir karya Erasmus adalah Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang disebut Textus Receptus (Received Text).
Textus Receptus kemudian direvisi lagi oleh Robertus Stephanus (sampai 4 edisi) dan Theodore Beza (sampai 9 edisi). Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang disebut Textus Receptus inilah yang digunakan untuk diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Alkitab KJV.
Setelah Textus Receptus, ada ribuan naskah Yunani lain yang ditemukan yang jauh lebih tua. Naskah-naskah itu dikumpulkan, diteliti, dibandingkan, dengan berbagai cara. Kemudian para ahli merekonstruksi naskah Perjanjian Baru bahasa Yunani yang mendekati aslinya.
Sekarang ini, teks Perjanjian Baru bahasa Yunani yang standar diterima adalah Nestle-Aland Greek New Testament (sekarang edisi ke-28) atau juga disebut United Bible Societies Greek New Testament. Alkitab bahasa Inggris versi modern, termasuk NIV, diterjemahkan dari naskah hasil rekonstruksi ini.***
Minggu, 16 Desember 2018
MOBILE LEGENDS : MEMBUAT YANG SEHAT MENJADI SAKIT
Bagi kamu yang bermain gim mobile di smartphone atau tablet pasti sudah tidak asing lagi dengan gim Mobile Legends: Bang Bang buatan Moonton.
Gim ini bergenre MOBA dan punya kapasitas yang tak terlampau berat untuk memori HP. Menjadi salah satu gim MOBA yang sedang digandrungi di Indonesia.
Tapi tahukah kamu? Moonton sebagai produsen gim ini memiliki hal yang disembunyikan dari gim yang dikembangkannya? Pengembang asal Tiongkok ini nyatanya menyimpan 'rahasia gelap' di balik kesuksesan dan mewahnya kompetisi ini setiap kali digelar.
Mobile Legends 'hidup' dari penjualan skin atau hero. Di mana beberapa skin hero dalam gim dibanderol seharga Rp 149 ribu hingga sampai dengan Rp 1,4 jutaan--tergantung seberapa banyak diamonds yang dibutuhkan.
Yang berbahaya adalah bagaimana gim ini bisa membuat user alias pemainnya menjadi kecanduan. Proses untuk membuat kamu kecanduan benar-benar sakit dan mendatangkan efek yang tidak baik untuk roh kita. Alkitab mengatakan kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan.
Mobile Legend (ML) secara tidak disadari menanamkan beberapa sugesti ke dalam otak kita saat tengah asyik memainkannya. Sugesti yang terutama adalah kebencian (hate).
Alur umum kisah Mobile Legend memang berpusat pada rasa individu yang kuat untuk membenci dan menghancurkan. Persatuan hanya dilakukan dengan pihak yang sepaham dengan karakter kita.
Beberapa user ML mengakui setelah konsisten bermain ML, mereka mengakui ucapan dan perilaku mereka seringkali dilakukan setelah mereka ingat pernah disakiti orang lain.
Sebagian anak bahkan mengunggah status di media sosial tentang perbuatan jahat orang padanya dan ingin membalasnya!
Kecenderungan perilaku agresif ini sedikit banyak ditransferkan dari karakter dalam ML yang seluruhnya didesain sebagai manusia super atau legenda. Tanpa diketahui karakternya disadur dari legenda dan mitos bangsa Sumeria yang memuja dewa-dewi (nama lain roh jahat). Jadi, janganlah serupa dengan dunia ini, tapi berubahlah oleh pembaruan pikiranmu...***
Langganan:
Postingan (Atom)







